Cuma Ingin Curahin (Dunia Pergerakan) Kita

Standar

Torehan sejarah yang dibuat oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tidaklah sedikit dalam kurun waktu setengah abad ini dari gerakan Sosial, Politik, Ekonomi, Budaya, dan Hukum dibuatnya hanya semata-mata untuk kemajuan bangsa ini. PMII dibarisan depan bersama organ kepemudaan lainnya pada saat runtuhnya rezim kekuasaan Soekarno dan Soeharto, melakukan pendampingan masyarakat pinggiran dan gerakan advokasi gender sebagai gerakan sosial yang dibangun oleh PMII ketika semua organ kepemudaan sedang terbungkam dalam tekanan orde baru.

PMII dikenal sebagai organisasi yang mempunyai jiwa nasionalisme tinggi, peka teradap kegelisahan sosial, dan mempunyai pemikiran kritis, transformative, intelektual tinggi dan mampu membawa perubaan di segala aspek masyarakat kearah yang lebih maju. Betapa bangganya kita sebagai warga pergerakan, organisasi dimana kita bergerak sejak dahulu mempunyai andil besar dalam memajukan bangsa ini tapi selama ini kita lupa akan satu hal yaitu hidup harus terus berlanjut, seharusnya tak ada lagi sorotan cahaya kemilau tentang sejarah PMII. Pada masa ini yang harus kita lakukan adalah Struggle Existence yaitu pertarungan hidup, bertarung dalam sendi- sendi gerakan untuk menyelamatkan pergerakan dari jurang kepunahan. Kepunahan yang terjadi bukanlah kepunahan nama PMII nya tapi kepunahan intelektual, pemikiran kritis dan transformatif para kadernya yang akan membuat Nilai Dasar Pergerakan (NDP) kita sia- sia dan konsep ASWAJA sebagai manhajul fikr tak ada artinya.

Regenerasi atau pengkaderan adalah modal utama bagi kita untuk menyelamatkan pergerakan, bukan hanya dalam perekrutan anggota atau dalam hal kuantitas tapi regenerasi dalam bidang intelektual, pemikiran dan perjuangan agar semuanya tetap stabil dan berjalan lancar untuk kemajuan organiasi.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan menginjakkan umurnya yang ke 50 tahun pada tanggal 17 April 2010 nanti, namun sayangnya hari ini gerakan PMII dalam berbagai level kepengurusan seakan berhenti dan tidak dapat melakukan gerakan. Gerakan seakan mati suri, tak terkecuali PMII Komisariat Al-Ghozali. Bukan karena kepengurusan hari ini lemah, akan tetapi kondisi hari ini yang serba sulit, bagaikan makan buah simalakama. Siapapun yang menjadi pengurus komisariat hari ini akan dihadapkan pada persoalan-persoalan yang sulit untuk diselesaikan dengan cepat. Dari masalah kaderisasi sampai masalah gerakan tentunya. Persoalan seperti konflik internal kader pun masih saja menghiasi jalannya kepengurusan PMII Komisariat Al- Ghozali, gep- gepan, salah langkah, atau saling menyalahkan jika atas nama sinergitas gerak persoalan seperti ini harusnya terselesaikan dengan landasan gerak PMII yaitu NDP dan konsep ASWAJA dipakai.

Persoalan yang mendasar pada hari ini dalam dunia gerakan PMII Al-Ghozali adalah kesadaran akan medan gerakan dan arah gerakan yang belum terstruktur dengan rapi. Pembacaan medan gerakan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus komisariat saja, namun juga para alumni dan pengurus komisariat periode sebelumnya sebagai bentuk tanggung jawab kaderisasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s