PENGAWALAN PEMBATALAN UU BHP (Otokritik terhadap Aktivis Mahasiswa UNNES)

Standar

Sunyi, senyap, dan tenang mungkin itulah yang bisa menggambarkan UNNES setelah UU BHP dibatalkan Mahkamah Konstitusi, tidak ada aktifitas yang luar biasa selain kesibukan perayaan dies natalies UNNES ke-45. Padahal dibeberapa kampus lain seperti UI melaksanakan pengawalan pembatalan UU BHP ini agar sosialisasi putusan MK tentang UU BHP berjalan dengan lancar dan tidak ada lagi pihak yang dirugikan oleh ulah-ulah “jail” tangan BHP. Namun ternyata mahasiswa UNNES menutup telinga dengan isu itu malah mahasiswa dan warga UNNES lainnya terbuai dengan proyek kegiatan dies natalies, padahal jika dipikir SPL UNNES untuk tahun ini melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 5 juta dengan minimalnya tapi sekarang berubah dengan minimal 9 juta untuk setiap mahasiswa baru yang akan masuk UNNES. Kasihan benar nasib calon peserta didik ini, harus menelan pil pahit SPL yang mungkin jika dihitung hampir 10 kali pendapatan orang tua mereka per bulan, belum lagi biaya lainnya seperti uang kos dan biaya hidup nanti.

Kalau saya boleh menyambungkan artikel ini dengan Facebook, saya teringat status sahabat awaludin marwan beberapa waktu lalu “Kegelisahan di masa muda seperti akhir dari segala-galanya. tapi, itu salah. kegelisahan itu baru permulaan. Mungkin inilah yang pantas menggambarkan calon mahasiswa UNNES yang sudah lolos test SPMU, kegelisahan yang begitu berat karena pembayaran uang registrasi mahal, tapi itu baru permulaan belum lagi dibebankan dengan biaya-biaya lainnya semasa kuliah nanti. Kasihan, tidak ada yang mencoba mengadvokasi mereka walaupun program beasiswa ada untuk mereka tapi tho tidak semua mahasiswa yang tidak mampu mendapatkannya. Elemen mahasiswa yang mengatas namakan dirinya sebagai “agent of change” tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan seperti ini apalagi pengawalan pembatalan UU BHP yang tak berusaha mereka sosialisasikan di UNNES.

Masih ingat kritik yang dilontarkan sesaat dikeluarkannya UU BHP beberapa tahun lalu? Sampai forum rektor pun akan mengajukan “judicial review” Sungguh luar biasa hebat, termasuk oleh mahasiswa UNNES waktu itu, sempat ada demonstrasi oleh beberapa elemen mahasiswa UNNES dari berbagai lini, baik organ intra maupun ekstra kampus. Demonstrasi digelar diberbagai Fakultas yang selalu saja dibubarkan, termasuk dibundaran BNI UNNES, sampai mahasiswa yang berdemo “mati kutu”. Dan lihatlah hasilnya, hanya dimanfaatkan oleh sekelompok mahasiswa saja untuk mencari muka dan proyek observasi ke rumah peserta didik calon penerima beasiswa/ keringanan biaya SPL. padahal nilai perjuangan yang kita inginkan tidak hanya seperti itu! Lebih dari nilai proyek dan penjilatan, kita sedang dalam proses mengadvokasi calon peserta didik.

Beberapa waktu lalu saya membuka web spmu unnes dibagian suara publik, ada salah satu pertanyaan yang cukup menarik untuk disimak yaitu tentang SPL unnes “Dengan dibatalkannya UU BHP, apa yang menjadi landasan hukum SPMU 2010, khususnya yang berkaitan dengan penetapan biaya masuk bagi mahasiswa baru ?” lalu jawaban si admin “Dasar hukumnya, dengan Peraturan Rektor dan Keputusan Rektor Unnes.
Perlu diketahui bahwa, tahun lalu, sebelum Unnes menjadi BLU, besaran SPL juga sudah seperti sekarang.” Mmmmhhhh???? Diriku jadi bertanya-tanya tahun lalu kan biaya SPL hanya 5 juta, koq sekarang bisa naik hampir 3x lipatnya. Luar biasa memang UNNES ini, pembangunan taman-taman hanya untuk menamakan dirinya KONSERVASI saja harus memeras otak para wali murid untuk “ngutang biaya registrasi”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s