Fakta Menarik di Pekan Raya Jakarta 2012

Standar

“Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2012 di Kemayoran Jakarta Pusat akhirnya ditutup oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, (15/7/12) kemarin. Selama berlangsungnya PRJ pada 14 Juni-15 Juli, nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4 triliun lebih. Jumlah ini meningkat dibandingkan nilai transaksi PRJ 2011 yang hanya mencatat Rp 3,7 triliun. Kenaikan pengunjung pada PRJ 2012 juga meningkat mencapai 4,5 juta pengunjung dan menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja.” ( diberitakan www.lensaindonesia.com)

Namun ada fakta-fakta menarik dibalik hal tersebut, ini saya tahu ketika beberapa pekan lalu berkunjung ke PRJ dengan mencoba penasaran mengorek-ngorek informasi dari berbagai sumber. Diantaranya adalah dari pedagang kerak telor di area luar PRJ, menurut pedagang mereka harus membayar sewa tempat agar diizinkan berjualan di pintu masuk/keluar sampai sepanjang jalan menuju PRJ sebesar 500rb per penjual dengan jumlah pedagang ratusan orang selama pelaksanaan PRJ dan dikumpulkan kolektif kemudian diserahkan kepada Pemda DKI. Dan anehnya meskipun sudah membayar sebesar itu, mereka hanya bisa berjualan dari Pkl. 19.00.wib s/d selesai, sebelum jam tersebut kebanyakan pedagang “ditertibkan’ (baca:usir) dari pintu keluar/masuk parkir.

Anehnya juga, rakyat cari makan dengan menyewa tempat namun tetap saja diusir. Tetapi pedagang lain ada yang lebih nyaman tanpa diusir dan harus berebut pelanggan diluar yaitu berjualan didalam area PRJ dengan sewa 25juta selama sebulan, menurut pengakuan pedagang modal tersebut bisa kembali dalam waktu 2minggu berjualan. Hal itu baru penjual “gendong dan dorong”, usut punya usut lagi, pedagang lain yaitu penjual makanan khas lamongan dengan tenda yang berjejer disepanjang jalan membayar uang sewa sebesar 30jutaan, pantas saja masyarakat mengeluh dengan harga yang harus dibayar saat mereka mampir di warung tenda tersebut, coba bayangkan harga yang harus dibayar bisa 5 x lipat dari harga normal. Mungkin hal yang wajar juga ketika modal yang harus dikeluarkan oleh penjual untuk sewa tempat begitu mahal.

Sekarang mengenai sponsor nih, ceritanya selama di PRJ saya cari-cari sepatu namun hanya ada satu pilihan merk setelah saya capek muter-muter yaitu “League”. Huft…!! saya kecewa karena pilihan lain tidak ada. Belum lagi kupon potongan diskon yang ditawarkan oleh sponsor pada karcis masuk jika dihitung-hitung ternyata tidak signifikan sama sekali karena harga yang dijual didalam rata-rata sudah 2x lipat dari harga aslinya. Jika seperti itu Pekan Raya Jakarta sama saja memindahkan pusat perbelanjaan dalam satu tempat dengan pernak-pernik yang menarik dan di bungkus dengan hiburan, yang membedakan dari pusat perbelanjaan yang lain adalah adanya karcis yang harus dibeli untuk bisa masuk area Pekan Raya Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s