DOMBA-DOMBA KOMSAT YANG TERSESAT (KATANYA)

Standar

Pada suatu waktu ada sebuah perkumpulan yang dinamakan Komunitas Satwa (KOMSAT) didalamnya berisi domba-domba liar yang mencoba merubah diri jadi singa (katanya). Namun nasib komunitas satwa ini kurang baik akhir-akhir ini, Komsat tak henti-hentinya dirundung masalah dan konflik yang buat mereka makin paceklik dan tak menarik untuk dilirik oleh domba-domba calon singa, domba-domba yang sudah tergabung terus belajar menjadi singa dan tak henti-hentinya mereka bertapa untuk mencapai moksa (katanya juga). Domba-domba tak menyadari bahwa yang mengajari mereka menjadi singa dan bertapa adalah bangsat-bangsat yang tersesat. Bangsat-bangsat Kerjanya hanya bermain untuk kesenangan diri demi meraih posisi, yang katanya demi kebanggaan diri. Kasian benar domba-domba ini, belum menjadi singa namun mereka dipaksa menuruti nafsu bejat si bangsat. Saking senangnya memanfaatkan domba-domba, bangsat-bangsat yang tersesat ini pun mulai saling memangsa satu dengan yang lainnya untuk kepentingan pribadi tentunya, yang dihadiahi kebanggan diri. Bangsat satu dan dua hanya berebut bulu domba untuk kepentingannya merubah warna menjadi golongannya tahun depan dan bangsat yang lainnya berebut tempat kencing yang akan ditandainya menjadi daerah kekuasaan.

Begitu pelik bukan untuk memikirnya?? Wokelah tak usah bahas itu dulu kalau begitu, kita bahas masalah lain yang masih berhubungan dengan domba-domba komsat ini.

Diantara kepelikan masalah komsat yang kompleks itu ternyata muncul lagi masalah yang diakibatkan oleh kodok, yang hanya datang mau melepaskan kutukan dan menengok kolamnya yang dirusak domba atas suruhan bangsat-bangsat beberapa waktu lalu, domba-domba sih menjanjikan akan membuatkan kolam baru untuk menggantikan kolam si kodok guna kepentingan kecebong-kecebong si kodok di masa depan. Sebenarnya kodok hanya kutukan yang diterimanya akibat tak mencapai moksa (katanya lagi), dahulunya ya sejenis domba juga. Hehe….. Masalah yang ditimbulkan kodok sih memang gak seberapa, hanya ingin melepas kutukannya dan menagih janji kolam lagi. Namun para bangsat-bangsat ini geger sendiri, disangka kodok datang menabuh genderang perang yang akan mengawali pertempuran hebat (katanya lagi lho). Aneh bukan? Namanya juga bangsat!hehehe…..

Suasana komsat makin memanas, di tengah-tengah keributan muncul monyet-monyet rabies yang hanya bisa melihat dari atas pohon kegaduhan yang ditimbulkan.sambil teriak mengolok-olok. Berbisik dengan bangsat-bangsat tapi berbisik pula kepada si domba-domba, seakan-akan mereka paling lemah dan menderita namun ternyata hanya akal-akalan monyet-monyet saja agar dikasihani saat semua kembali normal, dan jika bisa dapat imbalan dari si bangsat dan tanda jasa dari si domba atas keberpihakan mereka. Hahahaha………..

To be continue……

*Cerita Ini Hanya Fiktif Belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa, berarti kalian memang pantas menyandangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s